Saturday, March 31, 2012

cerita hidup saya


Ini kisah ku !

Nama saya Eneng Suherna. Biasa di panggil Eneng. Lahir di Jakarta, 18 Juni 1992. Ketika umur 4 bulan oleh orang tua di bawa ke kampung saya, Banten. Masa kanak-kanak saya habiskan dengan keluarga di Banten. Tetapi bapak saya setiap bulan selalu berangkat ke Jakarta untuk mencari uang.
Tinggal di daerah perkampungan yang berada di tengah-tengah hutan membuat masa kanak-kanak saya lebih hidup dan dekat dengan alam. Sekolah, belajar, bermain itu saya jalani setiap hari. Pengalaman-pengalaman itu semua menjadi kenangan tersendiri di dalam hidup saya. Hidup dalam sebuah kesederhanaan. Saling kerja sama antar warga, tumbuh rasa kekeluargaan.
Ketika kelas 2 SD, saya sudah di ajarkan untuk berjualan atau kata lain mencari uang sendiri. Ema jualan kue. Namanya “Momoho” dan kadang menjual pete juga. Kue Ema laku keras, banyak dari kampung lain berdatangan untuk membeli kue ema, banyak orderan sampai-sampai ema kewalahan sendiri. Sedangkan abah harus pergi ke jakarta untuk mencari uang, hanya tinggal sebentar di keluarga. Waktu kecil setiap kali ada motor yang lewat dari rumah ku, aku pasti mengira itu abah pulang. Hahaha
Aku ingat betul banyak kenangan manis yang aku alami waktu kecil. Banyak permainan-permainan daerah yang aku mainkan di Banten. Tertawa, keceriaan, selalu terpancar di mukaku.
Waktu kelas 4 SD, ada tenaga pengajar bantuan yang datang ke sekolah ku. Mereka adalah kakak-kakak PPL yang sedang mempraktekan ilmu nya dari kampus, mereka adalah calon guru. Aku senang mereka ada. Selain baik mereka juga santun, suka membagi pengalaman mereka, mengajarkan ilmu yang nontabe tidak ada di sekolah. Sedih rasanya ketika harus berpisah dengan mereka semua.
Oya waktu kecil kalau ngambek aku pasti menyendiri di hutan, nyanyi-nyanyi sendiri di atas pohon. Hahaa
Saya punya keinginan semasa kecil yaitu ingin menyejahterakan masyarakat banten sepenuhnya. Membuka tempat wisata di sana. Karena aku tinggal lumayan lama di sana sekitar 11 tahun.
Apalagi yaaa tentang di Banten. Oya walaupun aku cukup lama tinggal di Banten tapi belum semua tempat wisata yang ada di banten aku kunjungi. Yang aku ingat aku pernah ke pemandian Cikoromoy. .. (huhu kasian yaa). Aku ingin sekali ke pantai carita, karang bolong dan pantai ANYER. Disana setiap kali setelah hari raya Lebaran selalu ada rombongan jalan-jalan ke tempat wisata.
Kerabat ku banyak di Banten, walaupun kita bukan sedarah tapi di sana seperti keluarga sendiri.
Setiap kali ada Saudara ku ada yang datang dari Jakarta, senang nya bukan main karena selain bersilaturahmi pasti aku dapat uang dari mereka. Hihihi.....

Waktu itu
Sampai pada suatu hari aku harus pindah ke Jakarta. Terpaksa aku harus pindah sekolah. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Waktu itu aku kelas 6 SD. Norak abis waktu pertama kali di Jakarta. Hehe
Banyak kejadian lucu waktu aku memperkenalkan diri di sekolah baru.























































































































antara mama dan abah


Minggu, 25 Februari 2012

Malam ini ketika aku sedang nulis cerita ini, aku ga bisa tidur. Aku sedang berfikir tentang orang tua, uang, dan masa depan aku.
Aku sudah gajian dari 3 hari yang lalu. Bulan ni sekitar 1.845.000, alhamdulilah. Aku bersyukur banget masih bisa berpenghasilan sendiri.. Ema nyuruh aku untuk nabung 1.000.00, itu artinya aku ga bisa beli barang-barang yang sudah aku buat list sebelumnya, huft. Kata ema itu buat persiapan kalau nanti aku kepilih ke China. Memang nanti jika terpilih ke China membutuhkan biaya sekitar 6.000.000 lebih. Untuk berjaga-jaga mau ga mau aku harus nabung. Aku pikir ia juga sih. Aku ga mau minta sama orang tua aku sebisa mungkin. Harus pakai uang aku sendiri.
        Pertama gajian, aku beli buat kebutuhan aku seperti kecantikan (Hand Body, Bedak, Pelembab, sikat gigi dan rexona) sekitar 60.000 habis, itu adalah kebutuhan pribadi yang tidak bisa diganggu gugat. Sebenarnya masih kurang, Blush on dan eyeliner aku habis. Tp uang nya udah mepet. Abis itu aku beli Es Crim sama Okta. Lalu aku beli kue buat orang rumah, tidak banyak Cuma 10.000, maaf yaa. AlHAMDULILLAH dimakan sama ema, abah, enday dan enong seneng rasanya mereka makan makanan yang aku beli dari hasil jerih payah ku. Ga papa walau beli nya sedikit, lain kali bisa lebih banyak.
        Besoknya hari sabtu ade aku baru pulang dari sekolah, dia naek ojek ga dijemput sama ka dori, ema minta tolong aku untuk bayarin ojek tersebut. Yauda aku kasih 10.000. Kasian ade aku, dia lagi ujian tes tengah semester soalnya. Ga lama, setelah ema ngaji aku dan beliau kondangan ke rumah mira di Puo dalem , Ema minta tolong lagi amplopin 20.000. Abah belum dateng, jadi ema belum megang duit. Aku ga tega, so aku kasih.
        Sebelum berangkat kerja, away dikerokin sama ema dia masuk angin. Nangisnya kejer banget. Aku kasian liat nya. Aku paling ga tega kalau ada orang yang sakit di depan mata ku. Jadi, sebelum berangkat , aku sisihkan uang 20.000 buat away. Tapi ngasihnya ga langsung ke away, ke ema. Biar ema yang ngatur, takut habis buat jajan kalau dikasih ke away. Aku memang jarang ngasih away. Ema bilang, emang neng ada duit ngasih away? Gpp ema. Aku jawab gitu !

        Ketika di angkot, dalam hati “aku lakuin semuanya buat keluarga aku. Jadi kenapa meski perhitungan sama mereka mumpung aku masih kerja. Toh aku kerja dan kuliah tujuannya untuk buat keluarga aku bahagia. Aku sayang mereka.
Aku pernah bilang sama ema, eneng pengen sedekah ma. Yauda sedekah jangan jauh-jauh neng, pertama ke keluarga aja dulu. Itu sama aja ko dengan sedekah. Aku lakuin aja apa yang ema bilang.
Semoga rezeki aku berkah dan barokah, amin !
Berbagi itu adalah kuncinya, dan membuat kita lebih bersyukur.
        Malam ini aku lagi baca buku Shanaz Haque. Ceita nya membuat aku teringat pada orang tua aku. Aku bertanya-tanya dalam hati, “Kapan aku bisa membahagaiakan mereka.? Sekarang sedang proses menuju kesana.
Semoga orang tua aku di kasih umur panjang sama ALLAH SWT. Semoga di hari tua mereka nanti aku ada untuk menemani mereka, memenuhi kebutuhan mereka, menyenangkan mereka, membuat mereka bangga pada aku. Aku ingin jadi anak yang soleh, aku sayang banget sama mereka. Mereka yang telah mebuat aku semangat untuk mengejar cita-cita.
Semoga ketika aku menikah nanti, aku telah membahagiakan mereka. Membuat mereka bangga, tidak menyusahkan mereka, aku bisa mandiri, dan membuat mereka tersenyum. Bahagia mungkin ketika aku diwisuda , ada orang tua yang menatapku sambil tersenyum bangga. AMIN !
Jadi rasanya sudah tidak ada beban lagi , tugas aku sebagai sudah sedikit terpenuhi. Aku bisa hidup bahagia dengan suami aku di rumah sendiri. Dan ketika aku berumah tangga, aku akan sering mengunjungi mereka.
Kapan itu yaaa?

Antara aku dan kuliah

Maret, Senin 26 2012

Selamat Pagi Dunia.
Hari cepat berganti. Sekarang sudah hari senin lagi. Waktu berjalan cepat sekali,  seperti ingin cepat berakhir dan meninggalkan dunia. Aku sendiri seperti tak kuat mengerjar waktu. Waktu sekarang jauh sekali berbeda dengan waktu dahulu, dan aku merasakan itu.
       Alangkah ruginya aku jika menyiakan-nyiakan waktu sekarang. Ibadah adalah paling penting yang harus aku lakukan di sela-sela kesibukanku.
       Waktu cepat berlalu, sekarang aku sudah berubah menjadi sosok gadis 20 tahunan, yang sibuk kuliah dan kerja mengejar mimpi-mimpi. Hari-hari ku aku isi dengan hal-hal yang menunjang masa depan ku.
       Ketika sekolah dulu, aku tak pernah terfikirkan seperti itu, tapi hanya sekilas. Aku ingat waktu sekolah dulu, aku ingin sekali kuliah di Universitas Negeri seperti UI atau UNJ, atau kuliah di luar kota seperti cerita-cerita yang aku baca dari novel. Aku juga pernah berfikir untuk bekerja saja tanpa kuliah. Waktu sekolah dulu aku pernah PKL. Dan itu aku lakukan sambil belajar pula disekolah dan itu mungkin ibarat seperti kuliah sambil kerja.
       Pas aku masuk kerja, aku sudah berniat untuk kuliah juga. Jadi sudah diwanti-wanti sama orang tua aku untuk menabung untuk biaya kuliah nanti. Dan setahun kemudia aku kuliah. Di Universitas YAI. Alhamdulilah akhirnya kesampean buat kuliah juga. Soalnya waktu aku belum kuliah, dan masih hanya bekerja aku selalu terfikirkan untuk kuliah, kuliah, dan kuliah.
       Ternyata kuliah sambil bekerja itu tidak gampang. Banyak sekali hambatannya. Tapi ini dia jadi lebih berasa perjuangannya. Dan aku enjoy ngejalankan dua-duanya. Karena ini memang keinginan aku dari dulu. Lelah dan capek nya luar biasa.  Aku harus pintar-pintar membagi waktu, jika tidak ingin semuanya keteter. Waktu nya bekerja harus fokus bekerja dan waktu nya kuliah harus fokus kuliah dan membagi fikiran seperti itu tidak gampang, belajar profesional.
       Semester pertama tidak begitu banyak masalah yang aku hadapi. Semuanya masih bisa aku atur. Hanya satu atau dua kali bentrok. Tetapi sekarang semester 2, banyak jadwal yang bentrok. Ketakutan ku jadi kenyataan. Sudah beberapa kali di bulan pertama ini aku terpaksa harus izin kuliah, karena lebih mementingkan pekerjaan. Aku tidak mau mengecewakan rekan kerja dan atasan aku dengan aku kuliah. Aku harus konsisten dan profesional. Alhamdulillah sampai sekarang aku belum bolos kerja karena kuliah. Izin sudah pernah. Maka dari itu sekarang aku harus lebih pintar lagi untuk membagi waktu. Karena mungkin ada beberapa mata kuliah yang sedikit tertinggal. Jadi aku harus banyak tanya sama teman dan di rumah aku harus mengulangnya.
       Alhamdulilah sampai sekarang teman-teman ku baik dan dosennya juga tidak kalah baik sama aku.Aku jadi semangat. Teman-teman yang perhatian dan suka membantu. Dosen yang mendukung aku untuk kuliah sambil tetap bekerja. Keluarga ku yang sering memberi aku semangat di saat aku letih bukan main. Dan aku punya pacar yang tak pernah tidak perhatian sama aku.       
       Beruntungnya aku, direktur program ini sama nasib nya sama aku dulu. Dia benar-benar menyemangati aku. Karena dulu waktu dia kuliah, sama seperti aku . Kuliah sambil kerja. Jadi waktu kelas berjalan, dia minta izin untuk kuliah lebih cepat karena dia akan kerja. Beliau cerita kalau Dosen beliau baik sekali sama beliau, jadi dia juga harus baik sama aku. Aku tidak menyangka kalau dia sama seperti aku, aku kira sebelumnya dosennya akan jadi penghalang aku. Dia dengan senang hati membantu ku untuk mengatur jadwal agar tidak bentrok dengan jadwal kerja. Karena beliau adalah direktur dari program ini jadi tidak lah sulit untuk melakukannya. Tapi karena untuk mencari dosen yang bisa bahasa inggris tidak gampang jadi belum sepenuhnya bisa diatur. Beliau bilang bahwa “I’m sure that the student likes you will be success”. Oh seneng banget dengernya.
      

Aku Ingin Kuliah


Dear Dairy ….                                                     Rabu. 02 Jan 2011

Dairy, aku lagi sedih….
Aku ingin kuliah dairy, ……
     Bingung cerita nya nih. Aku ingin kuliah di Trisakti ngambil kelas karyawan setiap malam , ngambil jurusan manajemen. Tapi yang jadi masalah sekarang adalah biaya dan jaraknya yang lumayan jauh. Biaya per semester 950.000. Trisakti ada di daerah grogol, lumayan jauh dari tempat kerjaan aku , Kuningan. Otomatis aku butuh kendaraan buat bolak-balik kerja kuliah. Untuk menghindari telat kuliah, macet, dan ngejar waktu. Misalnya aku kuliah masuk jam setengah tujuh, dan aku pulang kerja jam setengah lima. Ada selisih waktu 2 jam . Pakailah selisih waktu tersebut untuk lama perjalanan aku sampai ke kuliahan di grogol. Agak mepet sebenarnya kalau aku ga langsung pulang dari kerjaan. Fuih, ngebayanginnya aja aku udah pusing.
     Aku hanya bisa berharap semoga doa-doa aku di kabulkan oleh ALLAH SWT. Entah lewat mana. Tapi aku yakin pasti ada jalan nanti buat aku bisa kuliah. Aku yakin sungguh yakin. Dan aku juga harus berusaha dari sekarang buat bisa kuliah jadi kenyataan dengan cara nabung, sedikit demi sedikit buat biaya kuliah dan bisa nyicil motor, aku juga harus banyak belajar agar nanti pas kuliah aku bisa lebih matang di mata kuliah nya. Dan bisa menguasai pelajarannya, dan bisa berprestasi sehingga bisa dapat beasiswa dan ngeringanin beban aku.  Aku harus berusaha bisa ngebiayain diri sendiri , kuliah, motor.
     Di satu sisi aku iri ya ALLAH SWT pada kaka kandung aku, Enday. Aku dan dia hanya berbeda 2 tahun. Dia kuliah hampir mau selesai D3 sekarang. Semua biaya dia baik kuliah dan kebutuhan sehari-hari bapak aku yang Menuhin. Motor dari ema. Siapa yang ga iri coba? ? ? Aku kerja cape-cape sedangkan dia enak-enakan kuliah ngabisin uang bapak.  Sebenarnya kalau dia memang niat benar-benar ingin bikin bahagiain orang tua seharusnya dia berusaha buat dapet nilai yang terbaik, lalu unjukan ke abah dan ema “Nih bah ,, ma nilai endai bagus semester ini” dan bukanya malah remed yang butuh biaya lagi. Dan seharusnya dia nabung dari uang saku nya dia sedikit-sedikit untuk ngurangin biaya kuliah nya dia. Walaupun sedikit seengganya dia usaha.
Ga pa-pa, aku coba ikhlas buat semuanya, aku yakin pasti ALLAH SWT akan ngasih kejutan buat aku dengan cara yang tak terduga. Mungkin dari sini aku bisa belajar lebih dewasa lagi, menjadi pribadi yang kuat mental dan tidak manja dan tidak selalu minta sama orang tua.
     Jujur, aku ga tau cara nya buat ngomong sama senior-senior aku nanti jikalau aku kuliah nanti. Karena pasti kalau aku kuliah aku akan ngambil shift pagi terus senin-sabtu. Sedangkan itu ga bisa harus adail antara shift pagi dan siang. Tapi semoga bu Arlin membantu. …
     Dari aku sendiri pun masih bimbang antara ngambil jurusan manajemen atau hubungan internasional. Kadang aku ingin yang ini dan kadang aku ingin yang itu. Haaaahh, gimana sih si eneng???
     Tapi yang membuat aku kesal dari ini semua adalah aku ga bisa ngejelasin semua yang ada di hati aku ke ema Karena sudah pasti aku akan nangis duluan ketimbang ceritanya. Aku ga kuat ngeliat tatapan ema ku.
Aku juga ingin ngebiasain puasa senin kamis , solat duha , solat malam dll agar di kabulkan oleh ALLAH SWT . amin !!!!!
     Tapi kapan ini semua jadi kenyataan ???
Senang rasanya kalau ini nanti jadi kenyataan. Aku ga akan berhenti berterima kasih kepada Allah SWT. Aku akan benar-benar sungguh-sungguh menuntut ilmu ya ALLAH





Jkarta, 02 desember 2011..
Jumat, 16.39

Ya ALLAH , Ya Rabb makasih telah mengabulkan doa hamba
Sekarang hamba sudah kuliah. Kuliah sambil kerja tercapai juga.
Sekarang hamba sudah merasakan bagaimana rasanya kuliah sambil kerja.
Hamba sudah melewati rintangan-rintangan sebelum kuliah, mencari universitas yang bagus , soal biaya, jadwal kuliah dan lain-lain.
Tetapi Setelah 2 bulan lebih berjalan , capeeee banget rasanya.
Berangkat pagi, pulang malam. Begitu seterusnya.
Badan aku ngerentek, sakit semuaaa. Sering sakit perut........
Ga sempet ngerjain tugas, ga terlalu ngerti materi yang disampaikan dosen

Kemarin UTS aku ngasal , Ya Allah padahal itu berpengaruh buat IP aku
Pokoknya aku harus bisa dapat IP 4....